🎶 when the children cry; White Lion.
Malam ini tak ada sedikit cahaya pun di dalam kamarku, sang rembulan tak hadir, bahkan bintang paling terang pun ikut bersembunyi—Sirius. Siang tadi matahari bersedih, ia enggan tampak. Langit tak lagi berwarna biru cerah, ia berubah menjadi kelabu. Awan mendung bergerombol, bersiap untuk mengirimkan pasukan hujannya pada Bumi yang telah lama dilanda kekeringan.
Semesta berduka.
Semesta berduka karena ia mendengar tangisan memekikkan dari seorang anak yang kehilangan ibunya,
semesta berduka karena ia mendengar suara manusia-manusia berlarian menghindari ledakan bom yang dalam seperkian detik dapat meluluh lantahkan negaranya,
semesta berduka karena ia telah menjadi saksi bisu dimana prajurit-prajurit hina itu dengan mudahnya mengambil nyawa sesamanya,
semesta berduka karena ia melihat manusia-manusia serakah itu membuat anak-anak mati kelaparan dengan kejamnya,
semesta berduka karena ia melihat manusia yang di agung-agungkan itu bertindak layaknya binatang; mereka membunuh sesama nya, mereka mencuri dari sesamanya,
semesta berduka karena ia melihat manusia-manusia itu saling mengkhianati sesamanya,
semesta berduka karena ia melihat manusia-manusia itu membuat Bumi menjadi tandus, —tak ada lagi hamparan hijau yang membentang,
semesta berduka karena ia melihat manusia-manusia itu menuhankan agama mereka, —menggunakan Tuhan mereka sebagai alasan untuk bertikai,
semesta berduka karena manusia-manusia itu tak sedikit pun ber-peri kemanusiaan.
Semesta terlalu berduka,
dan ia akan berujung murka.
✨ di tulis oleh seseorang yang ingin kedamaian hadir di seluruh penjuru Bumi ✨
—karena aku begitu mengagumi Bumi dan seisinya.
Salam,
Della Amelia P.,
a.k.a
Kupu-Kupu Bata
5:47 am
0 comments