Pelajaran

By Della Amelia - Desember 17, 2018


Di bangku sekolah dulu hal yang terlintas di kepala saat mendengar kata “pelajaran” mungkin hanya sebatas matematika, fisika, dan kimia. Namun seiring berjalannya waktu, saya mengerti, bahwa pelajaran lebih luas dan kompleks dari sekadar angka dan rumus-rumus yang ada.

Akhir-akhir ini saya menyadari, bahwa–hampir satu per lima abad–saya hidup, banyak sekali kemajuan yang saya dapat, seperti lebih menghargai orang lain, menghargai waktu & uang, tidak mengabaikan perkataan orang tua, lebih peka terhadap sekitar, tidak mengusik privasi orang lain, bahkan lebih mencintai negara yang saya tinggali. Rasanya, saya “masa kini” sangat berterima kasih pada saya di “masa lalu”, entah itu atas pengalaman baik ataupun buruk; karena keduanya memberi saya pelajaran berharga yang mungkin tak semua orang akan dapatkan.

Di tahun 2018, saya disuguhkan beberapa pelajaran baru, termasuk soal kehilangan.

Kemarin siang saya dikabari bahwa salah seorang teman saya kehilangan Ibunya, ketika saya datang menemuinya, ia terlihat lelah namun  berusaha menghadapi semuanya dengan tegar. Beberapa teman yang lain, bahkan saya sendiri pun mengalami kehilangan, entah itu barang ataupun seseorang. Cara kami menghadapi kehilangan tersebut pun berbeda-beda.

Ada yang menangis, ada yang menjadi penyendiri, ada yang menghilang tanpa kabar, ada yang terlihat baik-baik saja, ada yang menjadi lebih produktif dan positif, dan lain-lain. Tapi sikap tersebut tidak salah, karena setiap orang punya cara mereka sendiri untuk mendistraksikan rasa sakit karena kehilangan yang sedang mereka alami.

Saya yakin, tidak ada seorang pun yang siap dan akan baik-baik saja ketika dihadapkan dengan kehilangan, apalagi jika kehilangan barang-barang kesayangan/memorial ataupun irreplaceable person. Sangat menyakitkan memang ketika merasakan sebuah kehilangan secara langsung, tapi lebih menyakitkan lagi ketika menyadari kehilangan tanpa sempat melihat kepergiannya.

Beginilah seni hidup, seseorang akan terus berdatangan dan pergi. Saya percaya, setiap orang mempunyai limit waktunya masing-masing dalam hidup kita. Tidak akan ada yang terus tinggal. Yang membedakan mereka semua yang pernah datang adalah bagaimana cara mereka pergi dan pelajaran apa yang mereka tinggalkan.

Sama seperti kematian; bagaimanapun juga kita tidak bisa menghindari kehilangan saat masa itu tiba dalam hidup, karena bumi tidak mau tahu dan akan terus berputar, pun waktu tidak akan berhenti berdetik ataupun memberikan toleransi. Saya pun tidak menyangka akan mengalami banyak kehilangan lagi di tahun ini. Namun, mau tidak mau saya hanya bisa maju dan melanjutkan hidup.

Dari masa ke masa manusia akan terus mendapatkan pelajaran baru selama hidupnya, sadar ataupun  tidak. Mereka akan melewatinya, tanpa disadari atau bahkan tanpa tahu maksud dan hikmah dibaliknya.

Jadi, siapkah mendapatkan pelajaran baru lagi?

(d.)

7:54 pm



  • Share:

You Might Also Like

0 comments