Di bangku sekolah dulu hal yang terlintas di kepala saat mendengar kata “pelajaran”
mungkin hanya sebatas matematika, fisika, dan kimia. Namun seiring berjalannya
waktu, saya mengerti, bahwa pelajaran lebih luas dan kompleks dari sekadar angka
dan rumus-rumus yang ada.
Akhir-akhir ini saya menyadari, bahwa–hampir satu per lima abad–saya
hidup, banyak sekali kemajuan yang saya dapat, seperti lebih menghargai orang
lain, menghargai waktu & uang, tidak mengabaikan perkataan orang tua, lebih
peka terhadap sekitar, tidak mengusik privasi orang lain, bahkan lebih
mencintai negara yang saya tinggali. Rasanya, saya “masa kini” sangat berterima
kasih pada saya di “masa lalu”, entah itu atas pengalaman baik ataupun buruk;
karena keduanya memberi saya pelajaran berharga yang mungkin tak semua orang
akan dapatkan.
Di tahun 2018, saya disuguhkan beberapa pelajaran baru, termasuk soal
kehilangan.
Kemarin siang saya dikabari bahwa salah seorang teman saya kehilangan
Ibunya, ketika saya datang menemuinya, ia terlihat lelah namun berusaha menghadapi semuanya dengan tegar. Beberapa
teman yang lain, bahkan saya sendiri pun mengalami kehilangan, entah itu barang
ataupun seseorang. Cara kami menghadapi kehilangan tersebut pun berbeda-beda.
Ada yang menangis, ada yang menjadi penyendiri, ada yang menghilang
tanpa kabar, ada yang terlihat baik-baik saja, ada yang menjadi lebih produktif
dan positif, dan lain-lain. Tapi sikap tersebut tidak salah, karena setiap
orang punya cara mereka sendiri untuk mendistraksikan rasa sakit karena kehilangan
yang sedang mereka alami.
Saya yakin, tidak ada seorang pun yang siap dan akan baik-baik saja
ketika dihadapkan dengan kehilangan, apalagi jika kehilangan barang-barang kesayangan/memorial
ataupun irreplaceable person. Sangat menyakitkan
memang ketika merasakan sebuah kehilangan secara langsung, tapi lebih menyakitkan
lagi ketika menyadari kehilangan tanpa sempat melihat kepergiannya.
Beginilah seni hidup, seseorang akan terus berdatangan dan pergi. Saya
percaya, setiap orang mempunyai limit waktunya masing-masing dalam hidup kita. Tidak
akan ada yang terus tinggal. Yang membedakan mereka semua yang pernah datang adalah
bagaimana cara mereka pergi dan pelajaran apa yang mereka tinggalkan.
Sama seperti kematian; bagaimanapun juga kita tidak bisa menghindari
kehilangan saat masa itu tiba dalam hidup, karena bumi tidak mau tahu dan akan
terus berputar, pun waktu tidak akan berhenti berdetik ataupun memberikan
toleransi. Saya pun tidak menyangka akan mengalami banyak kehilangan lagi di
tahun ini. Namun, mau tidak mau saya hanya bisa maju dan melanjutkan hidup.
Dari masa ke masa manusia akan terus mendapatkan pelajaran baru selama
hidupnya, sadar ataupun tidak. Mereka akan
melewatinya, tanpa disadari atau bahkan tanpa tahu maksud dan hikmah
dibaliknya.
Jadi, siapkah mendapatkan pelajaran baru lagi?
– (d.)
7:54 pm

0 comments