Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti

By Della Amelia - Desember 30, 2018


“yang patah tumbuh, yang hilang berganti

yang hancur lebur akan terobati

yang sia-sia akan jadi makna

yang terus berulang suatu saat henti

yang pernah jatuh kan berdiri lagi

yang patah tumbuh, yang hilang berganti”

Jika setiap tahun dalam hidup kita diwakili oleh satu lagu, rasanya, ini lagu yang tepat untuk tahun 2018 di hidup saya. Oleh lagu ini, saya diajak untuk membuka buku-buku usang dan mengenang kejadian-kejadian yang tertulis di dalamnya. Pikiran saya dibawa kembali pada masa-masa dimana saya jatuh, masa dimana kepercayaan mulai runtuh dan harapan mulai luruh, masa dimana saya mulai mengalami banyak kehilangan, masa dimana diri tak memercayai adanya titik terang pada sebuah kegagalan.

Setiap individu memiliki tingkat kesulitan yang relatif ketika menghadapi sebuah fase dalam kehidupan. Dan bagi saya, fase yang dihadapi tahun ini bisa dibilang sebuah fase tersulit setelah fase dimana orang tua saya memutuskan untuk berpisah. Namun saya yakin, cepat atau lambat setiap individu pasti akan melalui segala fase yang mereka hadapi, sesulit apapun fase tersebut.

Seperti ulat yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu, ia harus menjadi kepompong terlebih dahulu. Begitupun dengan fase; fase tersulit akan berubah menjadi fase terindah. Namun, untuk memasuki fase terindah tidaklah mudah, karena untuk mencapai fase ini biasanya kita harus melewati  suatu fase dimana otak dan hati tak lagi akur, diri menjadi melankolis, dan berbagai perasaan yang tidak karuan.

Setelah berhasil melalui fase-fase tersebut sampailah kita di fase terindah; dimana hati dan diri mampu melepaskan, mengikhlaskan, lalu memaafkan. Lirik dalam lagu “yang patah tumbuh, yang hilang berganti” ini semacam magic words buat saya. Lagu ini memberi saya harapan; bahwa jalan gelap yang sedang dilewati akan menuntun pada gemilau cahaya di kemudian hari, awan mendung dan hujan badai pun akan hilang terganti oleh matahari. Lalu setelahnya penawar terbaik akan dikirim Tuhan sebagai balasan dari segala kesialan di hari yang lalu.

Pada awalnya memang terasa sulit. Namun, waktu akan membantu mengobati luka-luka dan tinjuan babak belur dari kenyataan itu. Tenanglah. Fase terindah telah tiba. Kini hati terasa lebih lega dan ringan karena telah melepas, diri pun tidak lagi harus menarik nafas dengan berat dan sakit. Tersenyumlah dan berbahagialah.

07:14 pm



  • Share:

You Might Also Like

0 comments